Panduan Cek Plagiarisme (Turnitin) agar Artikel Sinta Lolos Review

erika ramen
0
Panduan Cek Plagiarisme (Turnitin) agar Artikel Sinta Lolos Review
Panduan Cek Plagiarisme (Turnitin) agar Artikel Sinta Lolos Review


Panduan lengkap cek plagiarisme menggunakan Turnitin agar artikel ilmiah lolos review jurnal Sinta. Pelajari batas aman similarity, teknik parafrase, dan strategi revisi efektif.

Dalam dunia publikasi ilmiah, satu kata yang sering membuat penulis deg-degan adalah plagiarisme. Banyak artikel bagus ditolak bukan karena metodenya lemah atau datanya kurang kuat, melainkan karena tingkat kemiripan (similarity index) terlalu tinggi. Jika Anda menargetkan jurnal terindeks SINTA, maka memahami cara cek plagiarisme dengan benar adalah langkah wajib.

Salah satu tools paling populer untuk mendeteksi kemiripan naskah adalah Turnitin. Namun, banyak penulis terutama mahasiswa dan peneliti pemula yang belum memahami cara membaca hasil laporan Turnitin dengan tepat.

Artikel ini akan membahas panduan lengkap dan praktis agar artikel Anda lolos tahap pengecekan plagiarisme dan aman saat masuk proses review jurnal Sinta.

Kenapa Cek Plagiarisme Itu Penting?

Sebelum masuk teknis, kita pahami dulu kenapa similarity itu krusial.

Editor jurnal biasanya melakukan screening awal sebelum artikel dikirim ke reviewer. Jika similarity terlalu tinggi (misalnya di atas 25–30%, tergantung kebijakan jurnal), artikel bisa langsung ditolak tanpa review substansi.

Artinya?
Penelitian Anda mungkin bagus, tapi tidak pernah sampai ke meja reviewer.

Plagiarisme bukan hanya soal copy-paste. Bentuknya bisa berupa:

  • Parafrase yang terlalu mirip dengan sumber asli
  • Tidak mencantumkan sitasi
  • Self-plagiarism (menggunakan karya sendiri tanpa modifikasi signifikan)
  • Mengutip terlalu panjang tanpa pengolahan

Karena itu, cek Turnitin bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari etika akademik.

Berapa Batas Aman Similarity untuk Jurnal Sinta?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua jurnal, tetapi secara umum:

  • < 15% → Sangat aman
  • 15–20% → Masih wajar
  • 20–25% → Perlu hati-hati
  • > 25% → Berisiko ditolak

Beberapa jurnal Sinta 1–2 bahkan menetapkan batas maksimal 15–20%.

Namun perlu diingat:
Editor tidak hanya melihat angka total, tetapi juga melihat sumber kemiripannya.

Misalnya:

  • 5% dari referensi → wajar
  • 3% dari metodologi standar → wajar
  • 10% dari satu artikel tunggal → bahaya

Jadi, jangan hanya fokus pada angka, tetapi periksa detail laporan.

Cara Membaca Hasil Turnitin dengan Benar

Setelah Anda mengunggah file ke Turnitin, sistem akan menghasilkan laporan dengan persentase similarity. Jangan panik dulu melihat angka besar. Lakukan ini:

1. Klik “All Sources”

Lihat sumber mana yang paling dominan menyumbang kemiripan.

2. Cek Apakah Itu Kutipan

Kadang Turnitin menghitung:

  • Daftar pustaka
  • Kutipan langsung
  • Template jurnal

Pastikan Anda mengaktifkan filter:

  • Exclude bibliography
  • Exclude quoted material
  • Exclude small matches (misalnya di bawah 1%)

Setelah difilter, angka biasanya turun cukup signifikan.

3. Periksa Self-Plagiarism

Jika Anda pernah mempublikasikan artikel sebelumnya, Turnitin bisa mendeteksinya sebagai kemiripan.

Solusinya:

  • Modifikasi struktur kalimat
  • Tambahkan analisis baru
  • Jangan copy-paste bagian teori lama

Teknik Ampuh Menurunkan Similarity Tanpa Mengubah Makna

Banyak penulis salah kaprah: mereka hanya mengganti beberapa kata dengan sinonim. Ini tidak cukup.

Berikut teknik yang lebih efektif:

1. Gunakan Parafrase Kontekstual

Salah:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar mahasiswa.

Parafrase lemah:

Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak media sosial terhadap motivasi belajar mahasiswa.

Parafrase kuat:

Kajian ini menganalisis bagaimana penggunaan platform media sosial berkontribusi terhadap peningkatan maupun penurunan motivasi akademik mahasiswa.

Perhatikan:
Struktur kalimat berubah total, bukan sekadar sinonim.

2. Gabungkan Beberapa Sumber

Jangan mengutip satu sumber panjang-panjang.

Lebih baik:

  • Ambil ide dari 2–3 sumber
  • Ringkas dengan bahasa sendiri
  • Satukan dalam satu paragraf analitis

Ini membuat tulisan lebih orisinal dan bernilai ilmiah.

3. Tambahkan Analisis Pribadi

Turnitin mendeteksi kemiripan teks, bukan ide.

Jika Anda hanya merangkum teori, similarity akan tinggi.
Tambahkan:

  • Interpretasi data
  • Perbandingan hasil penelitian
  • Kritik terhadap teori sebelumnya

Semakin analitis tulisan Anda, semakin rendah similarity.

4. Hindari Copy-Paste Metodologi

Bagian metode sering menjadi penyumbang similarity tinggi karena dianggap standar.

Solusi:

  • Jelaskan prosedur dengan gaya naratif berbeda
  • Tambahkan detail spesifik penelitian Anda
  • Hindari meniru struktur kalimat penelitian sebelumnya

Strategi Aman Sebelum Submit ke Jurnal Sinta

Berikut checklist praktis sebelum submit:

✅ Similarity di bawah 20%
✅ Tidak ada satu sumber >5%
✅ Kutipan langsung diberi tanda petik
✅ Semua sumber tercantum di daftar pustaka
✅ Tidak ada paragraf yang identik dengan artikel lain

Jika memungkinkan, lakukan cek Turnitin minimal dua kali:

  • Draft awal
  • Draft final setelah revisi

Cek plagiarisme menggunakan Turnitin bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah bagian dari integritas akademik.

Dengan memahami cara membaca laporan similarity, melakukan parafrase kontekstual, dan menambahkan analisis yang kuat, peluang artikel Anda untuk lolos review jurnal Sinta akan meningkat drastis.

Ingat: Artikel ilmiah yang baik bukan yang paling panjang, tetapi yang paling orisinal dan tajam analisisnya.

Ingin Belajar Lebih Banyak Seputar Publikasi Ilmiah & OSINT?

Kunjungi blog kami:

Butuh bantuan publikasi jurnal terindeks Sinta?
Konsultasikan naskah Anda di:
👉 Web Publikasi Jurnal SINTA

Mulai dari sekarang, pastikan setiap artikel Anda bukan hanya lolos Turnitin tetapi juga lolos reviewer dan siap meningkatkan reputasi akademik Anda.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)