7 Tips Ampuh Agar Artikel Ilmiah Diterima di Jurnal Sinta 1-6

erika ramen
0
7 Tips Ampuh Agar Artikel Ilmiah Diterima di Jurnal Sinta 1-6
7 Tips Ampuh Agar Artikel Ilmiah Diterima di Jurnal Sinta 1-6


Ingin artikel ilmiah diterima di Jurnal SINTA 1–6? Simak 7 tips ampuh mulai dari novelty, metodologi, hingga strategi lolos review jurnal terakreditasi.

Bagi dosen, peneliti, maupun mahasiswa S2 dan S3, publikasi di Jurnal SINTA 1–6 bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian dari rekam jejak akademik, penilaian kinerja, hingga syarat kenaikan jabatan fungsional.

Namun realitanya, banyak artikel ditolak bukan karena topiknya buruk, melainkan karena kesalahan teknis, kurangnya kebaruan (novelty), atau tidak sesuai dengan fokus jurnal.

Lalu bagaimana agar artikel ilmiah lebih berpeluang diterima di jurnal terakreditasi SINTA?

Berikut 7 tips ampuh yang bisa langsung Anda terapkan.

1. Pastikan Topik Sesuai Aim and Scope Jurnal

Kesalahan paling umum adalah mengirim artikel ke jurnal yang tidak relevan dengan bidang penelitian.

Setiap jurnal SINTA memiliki Aim and Scope yang jelas. Jika jurnal fokus pada kebijakan publik, jangan kirim artikel tentang teknik mesin. Sekalipun metodologinya kuat, peluang diterima sangat kecil.

Sebelum submit:

  • Baca halaman “About” jurnal
  • Pelajari artikel-artikel yang sudah terbit
  • Identifikasi tema dominan

Tip praktis: cocokkan minimal 60–70% topik Anda dengan artikel yang sudah dipublikasikan di jurnal tersebut.

2. Tawarkan Novelty (Kebaruan Penelitian)

Jurnal SINTA, terutama SINTA 1–3, sangat menekankan kebaruan ilmiah.

Novelty tidak selalu berarti menemukan teori baru. Bisa berupa:

  • Pendekatan metodologi berbeda
  • Studi kasus terbaru
  • Perbandingan wilayah/objek berbeda
  • Integrasi dua teori yang belum pernah digabung

Jangan hanya mengulang penelitian lama dengan lokasi berbeda tanpa kontribusi yang jelas.

Tegaskan novelty di:

  • Akhir pendahuluan
  • Rumusan masalah
  • Bagian kesimpulan

Reviewer ingin tahu: “Apa kontribusi baru dari penelitian ini?”

3. Perkuat Studi Literatur dan Referensi

Artikel ilmiah yang kuat selalu didukung oleh referensi yang relevan dan mutakhir.

Idealnya:

  • Gunakan referensi 5–10 tahun terakhir
  • Minimal 70% dari jurnal ilmiah
  • Cantumkan artikel dari jurnal target (jika relevan)

Menggunakan manajer referensi seperti Mendeley atau Zotero akan sangat membantu menjaga konsistensi sitasi.

Jangan lupa, periksa gaya selingkung (APA, Chicago, IEEE, dll.) sesuai pedoman jurnal.

4. Gunakan Metodologi yang Jelas dan Terstruktur

Metodologi adalah “jantung” artikel ilmiah. Banyak artikel ditolak karena metode tidak dijelaskan secara rinci.

Pastikan Anda menjawab:

  • Jenis penelitian apa?
  • Pendekatan apa yang digunakan?
  • Bagaimana teknik pengumpulan data?
  • Bagaimana analisis dilakukan?

Hindari penjelasan yang terlalu singkat atau normatif.

Jika penelitian kuantitatif:

  • Jelaskan teknik sampling
  • Uji validitas dan reliabilitas

Jika kualitatif:

  • Jelaskan teknik triangulasi
  • Sumber data dan proses analisis

Semakin transparan metode Anda, semakin mudah reviewer memahami kualitas penelitian.

5. Ikuti Template dan Author Guidelines Secara Ketat

Ini terdengar sepele, tapi sangat krusial.

Banyak artikel langsung ditolak pada tahap awal karena:

  • Tidak mengikuti template
  • Margin dan font salah
  • Struktur tidak sesuai
  • Abstrak melebihi batas kata

Sebelum submit:

  • Unduh template resmi jurnal
  • Gunakan format yang sama persis
  • Periksa jumlah kata abstrak
  • Pastikan kata kunci relevan

Ingat, editor pertama kali menilai kerapian sebelum membaca isi secara mendalam.

6. Perhatikan Bahasa Akademik dan Tata Tulis

Artikel ilmiah harus menggunakan bahasa formal, sistematis, dan lugas.

Hindari:

  • Bahasa opini tanpa data
  • Kalimat terlalu panjang
  • Paragraf berulang
  • Kesalahan ejaan

Jika jurnal menerima artikel berbahasa Inggris, pertimbangkan proofreading profesional.

Struktur ideal artikel:

  • Pendahuluan
  • Tinjauan pustaka
  • Metodologi
  • Hasil dan pembahasan
  • Kesimpulan
  • Daftar pustaka

Konsistensi struktur menunjukkan profesionalisme akademik.

7. Lakukan Self-Review Sebelum Submit

Sebelum mengirim artikel, lakukan evaluasi mandiri:

Checklist sederhana:

  • Apakah judul sudah spesifik?
  • Apakah novelty jelas?
  • Apakah data mendukung kesimpulan?
  • Apakah sitasi konsisten?
  • Apakah sudah dicek plagiarisme?

Gunakan tools plagiarism checker dan pastikan similarity dalam batas wajar (umumnya <20%, tergantung kebijakan jurnal).

Jika memungkinkan, mintalah rekan sejawat membaca draft Anda sebelum dikirim.

📘 Sedang mencari tempat publikasi jurnal SINTA yang profesional dan terpercaya?
Kunjungi Jurnal LICE – Literatia Cendekia di 👉 https://literatiacendekia.com/index.php/LICE

🔎 Ingin belajar lebih dalam tentang riset, keamanan siber, dan literasi digital?
Baca artikel menarik lainnya di 👉 https://darkosint.blogspot.com/

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)