Mengapa Pengajuan ISSN Bisa Lama? Ini Penjelasan Realistis di Balik Layar BRIN

satria adhi pradana
0
Mengapa Pengajuan ISSN Bisa Lama? Ini Penjelasan Realistis di Balik Layar BRIN
Mengapa Pengajuan ISSN Bisa Lama? Ini Penjelasan Realistis di Balik Layar BRIN

Pengajuan ISSN sering lama? Kenali penyebab utamanya mulai dari antrean tinggi, verifikasi manual BRIN, hingga kesalahan dokumen jurnal. Simak cara menyiasatinya di sini.

Bagi pengelola jurnal ilmiah, menunggu ISSN keluar sering kali terasa seperti nunggu balasan chat yang centang satu lama dan bikin overthinking. Padahal, ISSN adalah “identitas resmi” jurnal yang sangat krusial untuk legitimasi, akreditasi, dan indeksasi.

Faktanya, lamanya pengajuan ISSN bukan tanpa alasan. Proses ini melibatkan banyak tahapan, verifikasi ketat, dan antrean yang tidak sedikit di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Artikel ini akan membahas secara jujur dan manusiawi:
👉 kenapa pengajuan ISSN bisa memakan waktu,
👉 faktor-faktor yang paling sering bikin proses molor,
👉 dan bagaimana cara menyiasatinya agar tidak ikut terseret antrean panjang.

ISSN Itu Bukan Sekadar Nomor Biasa

ISSN (International Standard Serial Number) bukan formalitas semata. Nomor ini menjadi bukti bahwa jurnal:

  • Memiliki struktur terbitan yang jelas
  • Dikelola oleh dewan redaksi yang valid
  • Konsisten dalam fokus dan ruang lingkup
  • Layak diakui secara nasional maupun internasional

Karena itulah, BRIN tidak bisa memprosesnya secara asal cepat. Ada standar kualitas yang harus dijaga agar ISSN tidak jatuh ke jurnal yang asal terbit.

Faktor Utama Penyebab Lamanya Pengajuan ISSN

1. Antrean Permohonan yang Sangat Tinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah jurnal di Indonesia meningkat drastis. Hampir setiap kampus, lembaga, hingga komunitas akademik berlomba-lomba membangun jurnal.

Dampaknya?
👉 Antrean pengajuan ISSN mengular panjang.

BRIN harus memverifikasi satu per satu permohonan yang masuk, sementara SDM verifikator terbatas. Jadi, meskipun berkas kamu sudah lengkap, tetap harus menunggu giliran.

2. Proses Verifikasi Masih Banyak Dilakukan Secara Manual

Berbeda dengan sistem yang serba otomatis, verifikasi ISSN masih mengandalkan pengecekan manual, terutama untuk:

  • Metadata jurnal
  • Kesesuaian tampilan website
  • Konsistensi struktur terbitan
  • Kejelasan identitas pengelola

Proses manual ini tentu memakan waktu lebih lama, apalagi jika harus bolak-balik membuka website jurnal pemohon.

3. Dokumen Tidak Sesuai Standar (Ini yang Paling Sering Terjadi)

Banyak pengajuan ISSN tertunda bukan karena antrean, tapi karena kesalahan dari pemohon sendiri.

Kesalahan yang sering ditemukan antara lain:

  • Cover jurnal tidak mencantumkan informasi wajib
  • Daftar isi kurang dari minimal 5 artikel
  • Dewan redaksi tidak jelas afiliasinya
  • Fokus dan scope jurnal terlalu umum atau ambigu
  • Artikel belum benar-benar siap terbit

Akibatnya, berkas harus direvisi, dikembalikan, lalu masuk antrean ulang. Proses pun jadi semakin panjang.

4. Standar Kualitas BRIN yang Ketat (dan Memang Harus Ketat)

BRIN tidak ingin ISSN menjadi “stempel murah” bagi jurnal yang tidak serius. Oleh karena itu, mereka memeriksa:

  • Konsistensi terbitan (apakah benar jurnal, bukan sekadar rencana)
  • Kelayakan substansi artikel
  • Kejelasan struktur editorial
  • Fokus dan ruang lingkup keilmuan

Tujuannya satu: menekan pertumbuhan jurnal predator dan jurnal asal-asalan.

Dari sudut pandang pemohon, ini terasa lama. Tapi dari sisi ekosistem ilmiah, ini langkah penting.

5. Kendala Sistem dan Website Pengajuan

Tidak bisa dipungkiri, sistem pengajuan online juga kadang mengalami kendala, seperti:

  • Lambat di jam sibuk
  • Error saat unggah dokumen
  • Sinkronisasi data yang tertunda

Meskipun bukan faktor utama, masalah teknis ini tetap berkontribusi pada lamanya proses.

Cara Mempercepat Pengajuan ISSN (Yang Masuk Akal)

Kalau kamu tidak bisa mengontrol antrean, setidaknya kamu bisa mengontrol kualitas pengajuan. Berikut tips realistis agar tidak ikut tersendat:

  • Pastikan jurnal sudah benar-benar siap terbit, bukan sekadar konsep
  • Lengkapi minimal 5 artikel full text
  • Perjelas dewan redaksi dan afiliasinya
  • Konsisten antara fokus, scope, dan isi artikel
  • Rapikan tampilan website jurnal (OJS yang rapi sangat membantu)

Semakin rapi dan sesuai standar, semakin kecil kemungkinan revisi.

Di tengah ketatnya proses ISSN, satu hal yang tidak boleh dilupakan: jurnal yang baik akan selalu menemukan jalannya.

Jika kamu sedang mencari:

  • referensi jurnal ilmiah
  • karya tulis akademik berkualitas
  • atau platform publikasi jurnal yang profesional dan terstruktur

kamu bisa mengakses dan submit melalui:

👉 https://literatiacendekia.com/index.php/LICE

Platform ini mendukung proses publikasi ilmiah yang rapi, transparan, dan sesuai standar akademik cocok untuk penulis, dosen, maupun pengelola jurnal yang ingin serius membangun reputasi ilmiah.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)