![]() |
| Evolusi Open Journal Systems (OJS): Dari Versi Klasik ke Platform Jurnal Modern |
Bagi pengelola jurnal ilmiah, nama Open Journal Systems (OJS) bukan lagi hal asing. Hampir semua jurnal di Indonesia baik kampus, lembaga riset, hingga penerbit independen pernah atau sedang menggunakan OJS sebagai tulang punggung pengelolaan publikasi ilmiah.
Namun, tidak semua pengguna OJS menyadari bahwa sistem ini telah mengalami evolusi panjang sejak pertama kali dirilis tahun 2001. Dari tampilan sederhana dan alur kerja kaku, OJS kini menjelma menjadi platform modern yang lebih ramah pengguna, editor, dan reviewer.
Artikel ini akan membahas perkembangan versi OJS dari masa ke masa, perbedaan mendasar antara OJS 2 dan OJS 3, serta kenapa upgrade ke versi terbaru bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Bagi pengelola jurnal ilmiah, nama Open Journal Systems (OJS) bukan lagi hal asing. Hampir semua jurnal di Indonesia baik kampus, lembaga riset, hingga penerbit independen pernah atau sedang menggunakan OJS sebagai tulang punggung pengelolaan publikasi ilmiah.
Namun, tidak semua pengguna OJS menyadari bahwa sistem ini telah mengalami evolusi panjang sejak pertama kali dirilis tahun 2001. Dari tampilan sederhana dan alur kerja kaku, OJS kini menjelma menjadi platform modern yang lebih ramah pengguna, editor, dan reviewer.
Artikel ini akan membahas perkembangan versi OJS dari masa ke masa, perbedaan mendasar antara OJS 2 dan OJS 3, serta kenapa upgrade ke versi terbaru bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Sekilas Tentang Open Journal Systems (OJS)
Open Journal Systems (OJS) adalah perangkat lunak open-source untuk mengelola dan menerbitkan jurnal ilmiah, dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP).
Tujuan utama OJS adalah:
- Mempermudah pengelolaan jurnal ilmiah
- Mendukung akses terbuka (open access)
- Menstandarkan alur kerja editorial
- Meningkatkan transparansi publikasi
Karena bersifat gratis dan fleksibel, OJS menjadi pilihan utama banyak jurnal, khususnya di negara berkembang.
OJS 2.x: Versi Legendaris yang Pernah Jadi Standar
OJS 2.x adalah versi yang paling lama digunakan dan paling “berjasa” dalam dunia jurnal Indonesia. Banyak jurnal SINTA generasi awal dibangun di atas OJS 2.
Ciri Khas OJS 2:
- Menu tradisional berbasis sidebar
- Alur kerja editorial kaku
- Tahapan jelas: Submission → Review → Editing → Publishing
- Tampilan kurang ramah mobile
- Konfigurasi teknis relatif rumit
Pada masanya, OJS 2 dianggap cukup stabil. Namun seiring waktu, muncul berbagai keterbatasan:
- Antarmuka terasa usang
- Sulit digunakan oleh editor pemula
- Kurang fleksibel untuk workflow modern
- Tidak optimal di perangkat mobile
Saat ini, OJS 2 sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan aktif dari PKP.
OJS 3.x: Lompatan Besar Menuju Sistem Modern
OJS 3 menjadi titik balik besar dalam pengembangan OJS. Bukan sekadar pembaruan kecil, versi ini menghadirkan perubahan fundamental pada sistem dan tampilan.
Perubahan Utama di OJS 3:
- Desain modern dan responsif
- Antarmuka berbasis dashboard
- Workflow editorial lebih fleksibel
- Navigasi lebih intuitif
- Dukungan lebih baik untuk peran editor, reviewer, dan author
OJS 3 dirancang dengan filosofi:
“Lebih sedikit klik, lebih banyak kontrol.”
OJS 3.5.0-1: Versi Stabil Terbaru (Juli 2025)
Versi OJS 3.5.0-1 merupakan rilis stabil terbaru per Juli 2025. Versi ini menghadirkan berbagai peningkatan penting, antara lain:
- Perbaikan keamanan
- Optimalisasi performa
- Penyempurnaan alur editorial
- Kompatibilitas plugin yang lebih baik
- Dukungan lebih stabil untuk indexing dan metadata
Bagi jurnal yang ingin bertahan dan berkembang, menggunakan versi ini adalah langkah strategis.
Perbedaan Mendasar OJS 2 dan OJS 3
Alur Kerja Editorial
-
OJS 2: Kaku, berbasis tahap linear
-
OJS 3: Fleksibel, bisa disesuaikan dengan kebutuhan jurnal
Antarmuka
-
OJS 2: Klasik, padat, tidak mobile-friendly
-
OJS 3: Modern, bersih, responsif
Kemudahan Penggunaan
-
OJS 2: Kurva belajar tinggi
-
OJS 3: Lebih ramah pengguna baru
Keamanan
-
OJS 2: Tidak lagi mendapat update resmi
-
OJS 3: Aktif dikembangkan dan diperbarui
Kenapa Upgrade ke OJS 3 Itu Penting?
Masih banyak jurnal yang bertahan di OJS 2 dengan alasan “sudah terbiasa”. Padahal, risikonya cukup besar.
Risiko Bertahan di Versi Lama:
- Celah keamanan
- Tidak kompatibel dengan plugin baru
- Sulit memenuhi standar akreditasi
- Pengalaman pengguna buruk
Manfaat Upgrade:
- Sistem lebih aman
- Proses editorial lebih cepat
- Tampilan lebih profesional
- Mendukung kebutuhan akreditasi dan indeksasi
Upgrade bukan sekadar teknis, tapi investasi jangka panjang untuk keberlanjutan jurnal.
👉 Ingin membaca artikel seputar OJS, pengelolaan jurnal, keamanan sistem, dan literasi digital akademik?
Temukan panduan, insight, dan edukasi digital dengan bahasa ringan namun tetap berbobot.
Jurnal yang baik bukan hanya soal konten, tapi juga sistem yang menopangnya.

