![]() |
| Waspada! Phishing WhatsApp Makin Kreatif: Modus Penipuan Terbaru yang Harus Kamu Kenali |
WhatsApp sudah jadi aplikasi komunikasi yang paling banyak dipakai di Indonesia. Mulai dari urusan kerja, keluarga, belanja, pengiriman barang, sampai urusan bank semuanya sekarang lewat WhatsApp. Tapi ketika aplikasi ini makin melekat dengan kehidupan sehari-hari, para penipu juga ikut berkembang.
Dalam beberapa bulan terakhir, kasus phishing via WhatsApp meningkat drastis. Beritanya berseliweran, korban makin banyak, dan modusnya makin halus. Yang bikin ngeri adalah: mereka memanfaatkan foto teman, nomor kurir palsu, file undangan, hingga menyamar sebagai bank resmi untuk mencuri data dan uang.
Karena itu, penting banget buat kita ngerti cara kerja modus-modus ini supaya tidak jadi korban.
Mengapa Phishing WhatsApp Makin Ganas?
Ada beberapa alasan kenapa modus phishing di WhatsApp jadi cepat berkembang:
-
Pengguna WhatsApp sangat banyak → peluang korban besar.
-
Penjahat cyber makin pintar → mereka pakai social engineering yang rapi.
-
File berbahaya makin mudah disamarkan → khususnya APK dan PDF yang dimodifikasi.
-
Kurangnya literasi digital → orang tidak sadar bahaya file kiriman.
Penipu benar-benar mempelajari pola komunikasi masyarakat Indonesia: ramah, mudah percaya jika memakai nama keluarga/teman, serta sering terburu-buru.
Maka, mereka memanfaatkan sifat-sifat tersebut untuk memancing klik.
Modus “Kurir Paket Palsu” (Foto Paket Berisi Link Berbahaya)
Modus ini sangat banyak memakan korban.
“Ini paketnya mau dikirim, tolong konfirmasi. Klik link ini ya.”
Atau:
“File resi salah kebaca, unduh file berikut untuk data lengkap.”
Masalahnya: foto tersebut sebenarnya berisi link phishing, dan file yang diberikan biasanya dalam bentuk APK. Saat file APK di-download dan di-install, malware langsung aktif.
Efeknya bisa macam-macam:
- Membaca SMS dan WhatsApp
- Mengambil kode OTP
- Mengakses m-banking
- Mengontrol perangkat dari jarak jauh
Kalau kamu tidak pernah pesan barang, seharusnya itu sudah jadi “alarm merah”.
Undangan Pernikahan/Acara Palsu Berisi Malware (PDF Berbahaya)
Modus ini benar-benar memanfaatkan budaya Indonesia yang sangat dekat dengan undangan acara.
Penipu biasanya memakai foto teman/keluarga asli dari media sosial, lalu berkata:
“Kak, ini undangan nikahan aku. Bisa hadir ya?”“Tolong dibuka PDF-nya.”
File PDF tersebut biasanya sudah ditanam script berbahaya atau memuat link yang mengarahkan ke download APK.
PDF tampak normal, tapi sekali dibuka:
- Malware aktif
- Data dicuri
- Perangkat mulai terkompromi
Yang lebih bahaya, penipu kadang memakai gaya bahasa yang sangat mirip dengan orang yang disamarkannya.
Akun Bank atau CS E-commerce Palsu
Penipu bisa menyamar sebagai customer service bank atau marketplace besar. Biasanya mereka mengirim pesan seperti:
“Akun Anda terblokir sementara. Mohon verifikasi data.”“Ada transaksi mencurigakan. Kami butuh OTP untuk membatalkan.”
Padahal CS bank atau e-commerce tidak pernah meminta OTP, PIN, atau data sensitif lewat WhatsApp.
Mereka memanfaatkan rasa panik korban agar cepat memberikan informasi tanpa berpikir panjang.
Data yang paling mereka incar:
- Kode OTP
- PIN m-banking
- Nomor kartu debit/kredit
- Nama ibu kandung
- Username & password
Begitu data diberikan, rekening bisa dikuras dalam hitungan menit.
Peniruan Akun Teman/Keluarga (Akun Sudah Diretas)
Modus ini sering terjadi ketika akun seseorang sudah berhasil diretas. Penipu mengambil alih WhatsApp korban lalu menghubungi daftar kontaknya.
Polanya begini:
“Tolong bantu sebentar, perlu verifikasi bank.”“Pinjam uang dulu, nanti aku transfer balik.”“Tolong kirimkan kode OTP yang masuk ya, itu buat login aku.”
Karena pesannya datang dari nomor orang yang kita kenal, banyak orang langsung percaya.
Padahal seharusnya kita curiga kalau:
- Nada bicara berbeda
- Permintaan mendadak
- Mintanya data sensitif
- Ngotot minta segera
Selalu lakukan verifikasi via telepon sebelum percaya.
Gambar Dalam Format APK (File Menyamar Sebagai Foto)
Ini salah satu trik paling licik. Penipu mengirim file dengan thumbnail foto, misalnya gambar paket atau foto dokumen. Tapi format aslinya adalah APK. Karena Android bisa jalankan APK secara manual, banyak orang terkecoh dan langsung tap file itu.
Begitu aplikasi berbahaya terinstal:
- Keylogger aktif
- Malware membaca notifikasi dan SMS
- Aplikasi mencuri password
- Data m-banking bocor
Yang bikin bahaya: jika Google Play Protect dinonaktifkan atau pengguna memberikan izin tertentu, malware bisa bekerja sepenuhnya.
Ciri-ciri Pesan Phishing WhatsApp yang Harus Kamu Waspadai
Kalau kamu menerima pesan dengan salah satu tanda berikut, hati-hati:
- Nada mendesak (“harus sekarang”)
- File dengan format aneh (.apk, .zip, .pdf mencurigakan)
- Link mencurigakan/non-resmi
- Pengirim tidak dikenal tapi mengaku orang terdekat
- Mengajak klik link untuk verifikasi
- Meminta data pribadi atau OTP
- Mengaku petugas bank/CS tapi memakai nomor WhatsApp biasa
Ingat: penipu selalu bermain di rasa panik dan rasa percaya kita.
Untuk membaca artikel lain seputar keamanan digital, investigasi OSINT, hingga tips melindungi data pribadi, kamu bisa mampir ke blog saya:

