Metode Penelitian Skripsi yang Sering Dipakai

Endri Elhanan
0
Metode Penelitian Skripsi yang Sering Dipakai
Metode Penelitian Skripsi yang Sering Dipakai

Cari tahu metode penelitian skripsi yang paling sering digunakan mahasiswa teknik sipil. Artikel ini membahas jenis penelitian, contoh penerapan, serta analisis kritis dari studi terdahulu.

Dalam menyusun skripsi teknik sipil, mahasiswa dituntut memilih metode penelitian yang tepat agar hasil analisis akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Teknik sipil sebagai bidang yang kompleks mencakup aspek struktur, transportasi, geoteknik, hidrologi, hingga manajemen konstruksi. Oleh karena itu, pemilihan metode penelitian sangat menentukan kualitas skripsi.

Metode Penelitian yang Sering Dipakai dalam Skripsi Teknik Sipil

1. Metode Kuantitatif

Metode ini digunakan ketika penelitian memerlukan data numerik, perhitungan, atau simulasi matematis.

  • Contoh: Analisis kuat tekan beton dengan variasi campuran.
  • Kelebihan: Data objektif, bisa diuji dengan statistik.
  • Kritik: Sering mengabaikan aspek sosial dan human error dalam pelaksanaan proyek.

2. Metode Eksperimental

Digunakan untuk menguji hipotesis melalui uji laboratorium atau lapangan.

  • Contoh: Uji permeabilitas tanah pada geoteknik.
  • Kelebihan: Hasil konkret, berbasis fakta lapangan.
  • Kritik: Biaya tinggi, waktu lama, dan sering terbatas pada kondisi laboratorium.

3. Metode Studi Kasus (Case Study)

Mengulas satu proyek atau fenomena konstruksi secara mendalam.

  • Contoh: Analisis keterlambatan proyek pembangunan jalan tol.
  • Kelebihan: Relevan dengan dunia nyata.
  • Kritik: Tidak bisa digeneralisasikan untuk semua proyek.

4. Metode Survei dan Kuesioner

Banyak dipakai pada skripsi manajemen konstruksi.

  • Contoh: Survei faktor keselamatan kerja di proyek konstruksi.
  • Kelebihan: Bisa menggambarkan persepsi dan pengalaman responden.
  • Kritik: Rentan bias, tergantung kualitas pertanyaan dan jumlah responden.

5. Metode Pemodelan dan Simulasi

Menggunakan software teknik sipil seperti SAP2000, ETABS, AutoCAD Civil 3D.

  • Contoh: Simulasi respon gempa pada struktur gedung tinggi.
  • Kelebihan: Efisien, bisa menguji berbagai skenario.
  • Kritik: Hasil sangat bergantung pada kualitas input data.

6. Metode Kualitatif

Biasanya dipakai pada skripsi yang menyentuh aspek sosial atau kebijakan.

  • Contoh: Analisis kebijakan pembangunan berkelanjutan di proyek infrastruktur.
  • Kelebihan: Menyajikan wawasan mendalam yang tidak bisa dihitung angka.
  • Kritik: Subjektif, sulit diuji dengan standar ilmiah yang kaku.

Berdasarkan kajian di Journal of Civil Engineering Research (2021–2023):

  • Mahasiswa lebih sering memilih kuantitatif dan eksperimental karena hasilnya lebih mudah diukur.
  • Studi kasus dan survei dianggap lebih “praktis” tetapi sering dikritik karena minim kebaruan ilmiah.
  • Pemodelan software semakin populer, tetapi kesalahan input sering membuat hasilnya kurang valid.

Ingin membaca lebih banyak artikel seputar manajemen proyek, penelitian teknik sipil, dan tren teknologi terbaru?
👉 Kunjungi https://darkosint.blogspot.com/ untuk informasi komprehensif yang mudah dipahami dan bermanfaat.
Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)